Blog · Terbit · Diperbarui

Menerima pembayaran danus organisasi mahasiswa

Danus adalah jualan, bukan sumbangan: panitia membeli atau membuat barang, menjualnya, dan selisihnya membiayai acara. Karena itu danus bisa ditagih lewat QRIS seperti usaha kecil biasa, dengan tiga syarat yang sering terlewat. Akunnya atas nama satu pengurus, verifikasinya selesai sebelum PO dibuka, dan barang titipan orang lain diperlakukan berbeda dari barang milik panitia. Sisanya soal bentuk tagihan: satu tagihan per pemesan untuk PO, satu QR halaman pembayaran untuk lapak, dan satu baris keterangan yang nanti menjadi lampiran LPJ.

Akun siapa, dan nama apa yang dibaca pembeli

Himpunan, BEM, UKM, dan kepanitiaan tidak berbadan hukum, jadi akun Kasera Pay diverifikasi atas KTP satu orang, biasanya bendahara danus, dan dananya hanya bisa dicairkan ke rekening atas nama orang yang sama. Yang dibaca pembeli di halaman pembayaran adalah nama usaha yang disimpan, misalnya “Danus Himatika 2026”, bukan nama pribadi bendahara. Akibat lengkap dari susunan ini, termasuk saat kepengurusan berganti periode dan kepemilikan akun tidak bisa dialihkan, ada di artikel menerima pembayaran atas nama organisasi.

Anggota divisi danus yang menjaga lapak atau mengurus PO diundang sebagai Staf. Staf bisa membuat, melihat, dan membatalkan permintaan pembayaran serta mengunduh CSV, tetapi tidak menyentuh rekening pencairan, dan pengaturan halaman pembayaran hanya bisa diubah pemilik. Kalau bendahara sudah memakai Kasera Pay untuk jualannya sendiri, danus didaftarkan sebagai usaha kedua supaya uang himpunan tidak tercampur.

Verifikasi sebelum formulir PO disebar

Sebelum verifikasi selesai, akun hanya bisa membuat 10 pembayaran dengan total Rp 1.000.000. PO risol dengan 40 pemesan berhenti di pemesan ke-11. Urutannya karena itu: daftar, selesaikan verifikasi identitas, WhatsApp, dan rekening, coba satu pembayaran di mode Sandbox, baru sebar formulir. Langkah verifikasinya ada di panduan verifikasi akun.

PO makanan: satu pemesan, satu tagihan

Bentuk danus yang paling umum adalah PO makanan: formulir dibuka Senin, ditutup Rabu, makanan diantar Jumat. Setelah formulir ditutup, buat satu permintaan pembayaran per pemesan dengan total pesanannya, lalu kirim tautannya lewat WhatsApp. Tulis keterangannya dengan pola yang sama untuk semua pemesan, misalnya “PO Jumat 7 Nov, risol 10, Andi Sipil 24”. Pola itu yang membuat rekap bisa dicari dengan satu kata dan dicocokkan dengan daftar antar.

Tautan dari dashboard berlaku 60 menit. Kirim tautan saat pemesan sedang aktif di chat, bukan tengah malam, dan pemesan yang terlambat dibuatkan tautan baru. Pemesan yang berkata sudah membayar dicek di menu Transaksi dengan status Dibayar, bukan dari tangkapan layar; alasannya ada di artikel bukti transfer palsu.

Biaya pada nominal danus, dihitung

QRIS dikenai 0,7% dibulatkan ke atas ditambah Rp 250 per pembayaran berhasil. Komponen tetap Rp 250 itulah yang menentukan bentuk tagihan danus. Angka di bawah ilustratif:

Yang dibayarNominalBiaya QRISPorsi dari harga
1 risol di lapakRp 5.000Rp 2855,7%
Es teh dan 2 gorenganRp 10.000Rp 3203,2%
Paket 10 risol (PO)Rp 28.000Rp 4461,6%
Kaos angkatanRp 95.000Rp 9151,0%
Hoodie himpunanRp 185.000Rp 1.5450,8%

Pelajarannya sederhana: makin kecil satu pembayaran, makin besar porsi biayanya. PO yang menggabungkan pesanan satu orang ke satu tagihan jauh lebih hemat daripada lapak yang menerima Rp 5.000 per pembeli. Virtual Account Rp 5.000 per pembayaran dengan minimum Rp 10.000 hampir tidak pernah masuk akal untuk danus, kecuali untuk tagihan kolektif satu kelas yang nilainya ratusan ribu. Rincian lengkapnya ada di halaman biaya.

Lapak bazar: satu QR untuk semua pembeli

Di lapak, membuat tautan per pembeli terlalu lambat. Yang dipakai adalah halaman pembayaran permanen: satu alamat tetap, dengan pilihan nominal yang disiapkan, misalnya Rp 5.000, Rp 10.000, dan Rp 15.000, plus kolom nominal lain. Dari layar yang sama, pemilik mencetak display meja A5. QR di display itu bukan QRIS statis, melainkan QR tautan halaman: pembeli memindainya, memilih nominal, mengetik nama, lalu membayar, dan setiap pembayaran tercatat sendiri. Penjaga lapak cukup melihat status Dibayar di aplikasi sebelum menyerahkan barang. Cara menyiapkan halaman dan bahan cetaknya ada di panduan halaman pembayaran yang dipakai berulang.

Karena biaya Rp 5.000 adalah 5,7%, banyak panitia menjual paket di lapak, misalnya 3 risol Rp 14.000, dan tetap menerima tunai untuk satu biji. Itu pilihan panitia; yang penting harga paketnya ditulis di display, bukan dijelaskan lisan saat antre.

PO hoodie dan kaos: batas 30 hari

Merchandise angkatan biasanya diproduksi konveksi tiga sampai enam minggu setelah PO ditutup. Di sinilah satu aturan perlu dibaca lebih dulu. Kebijakan penggunaan terlarang menempatkan pre-order dan pembayaran di muka untuk barang fisik yang baru diserahkan lebih dari 30 hari ke depan dalam daftar kegiatan yang membutuhkan persetujuan tertulis Kasera lebih dulu. Hoodie yang dibayar hari ini dan dibagikan enam minggu lagi masuk ke sana.

Dua susunan yang aman: tagih setelah konveksi memberi tanggal jadi yang kurang dari 30 hari dari hari penagihan, atau kirim permohonan ke [email protected] sebelum formulir PO disebar, beserta perkiraan tanggal serah. Tulis juga di formulir aturan ukuran dan pembatalan, karena pembayaran QRIS yang sudah berhasil hanya bisa dikembalikan lewat transfer dari rekening bendahara sendiri.

Barang titipan bukan barang panitia

Sebagian danus menjual barang titipan: kue buatan orang tua anggota, produk UMKM kenalan, atau merchandise alumni, lalu menyetor hasilnya ke penitip setelah dipotong komisi. Barang yang dibeli panitia lebih dulu adalah dagangan panitia sendiri. Barang titipan yang uangnya diteruskan ke penitip adalah menerima pembayaran atas nama orang lain, yang juga termasuk kegiatan dengan persetujuan tertulis lebih dulu. Bedanya dengan membeli putus, termasuk siapa yang menanggung biaya transaksinya, dibahas di perbandingan konsinyasi dan beli putus. Hal yang sama berlaku untuk kotak sumbangan di lapak: donasi juga ada di daftar itu, dan sisi perizinannya dibahas di artikel donasi dan patungan online. Kalau ragu masuk yang mana, tanyakan sebelum lapak dibuka.

Angka untuk LPJ

LPJ danus biasanya meminta pemasukan kotor, potongan, dan uang yang benar-benar diterima. CSV dari menu Transaksi memuat keterangan, status, nominal kotor, biaya, dan nominal bersih setiap permintaan, jadi ketiganya bisa diturunkan tanpa menghitung ulang mutasi. Saring status Dibayar dulu, karena tautan yang kedaluwarsa ikut terekspor. Contoh ilustratif untuk satu putaran PO:

46 pesanan paket 10 risol × Rp 28.000Rp 1.288.000
Biaya transaksi QRIS, 46 × Rp 446Rp 20.516
Biaya pencairan, sekali setelah PO selesaiRp 3.000
Masuk ke rekening bendaharaRp 1.264.484

Lampirkan CSV-nya ke LPJ dan cocokkan jumlah barisnya dengan daftar antar. Biaya pencairan dikenakan per pencairan, jadi mencairkan sekali setelah PO selesai lebih hemat daripada mencairkan setiap hari. Cara memisahkan biaya transaksi di pembukuan ada di panduan mencatat biaya transaksi.

Pertanyaan yang sering muncul

Bolehkah akun danus memakai rekening atas nama himpunan?

Tidak. Himpunan, BEM, dan kepanitiaan tidak berbadan hukum, jadi akun diverifikasi atas KTP satu pengurus dan dana hanya dicairkan ke rekening atas nama pengurus itu. Pembeli tetap membaca nama usaha yang disimpan, misalnya Danus Himatika 2026, bukan nama pribadi bendahara.

PO risol dibuka untuk 40 pemesan, tetapi tautan ke-11 tidak bisa dibuat. Kenapa?

Sebelum verifikasi identitas, WhatsApp, dan rekening selesai, akun hanya bisa membuat 10 pembayaran dengan total Rp 1.000.000. Verifikasi membuka batas itu sekaligus pencairan dana, jadi selesaikan sebelum formulir PO disebar, bukan pada hari PO ditutup.

Berapa biaya satu pesanan paket 10 risol Rp 28.000 lewat QRIS?

Rp 446, yaitu 0,7% dibulatkan ke atas ditambah Rp 250. Kalau 10 risol itu dibayar satu per satu seharga Rp 2.800, biayanya Rp 270 per pembayaran atau Rp 2.700 untuk sepuluh, enam kali lipat. Satu pemesan satu tagihan.

Pembeli PO hoodie minta uangnya kembali karena ukurannya salah. Bisakah lewat Kasera Pay?

Tidak. Pembayaran QRIS dan Virtual Account yang sudah berhasil tidak bisa di-refund atau dibatalkan lewat Kasera. Kalau panitia memutuskan mengembalikan, uangnya ditransfer dari rekening bendahara sendiri dan biaya transaksinya tidak ikut kembali. Aturan tukar ukuran sebaiknya ditulis di formulir PO sebelum tautan dikirim.

Panduan per jenis usaha

Mulai sekarang

Terima pembayaran pertama minggu ini.

Daftar gratis, buat payment link atau pakai API, dan lihat statusnya berubah otomatis. Tanpa biaya bulanan, biaya transaksi hanya untuk pembayaran yang berhasil.

Dapatkan di Google PlayDownload di App Store