Blog · Terbit

Menerima pembayaran toko pertanian dan saprotan

Kios saprotan punya pola bayar yang tidak dimiliki toko lain: ramai serentak saat musim tanam, sepi di antaranya, dan sebagian besar pelanggan tetap membayar setelah panen. Susunan yang bekerja ada tiga. Penjualan di meja dibayar dengan QR yang ditunjukkan dari layar ponsel, pesanan dari petani yang jauh ditagih lewat tautan WhatsApp, dan bon panen dilunasi dengan satu tagihan per petani per musim. Pupuk bersubsidi punya jalur penebusan resmi dengan aturannya sendiri dan tidak dibahas di sini; yang dibahas adalah barang yang dijual bebas: benih, pupuk nonsubsidi, obat tanaman, sprayer, mulsa, dan polybag.

Antrean musim tanam: QR dari layar, bukan QR tempel

Dalam dua minggu awal musim tanam, satu kios bisa melayani lebih banyak pembeli daripada sebulan biasa, dan belanjaannya campur: dua sak pupuk, satu botol fungisida, tiga bungkus benih. Yang paling cepat di meja adalah membuat satu permintaan pembayaran dengan total belanja dari aplikasi Kasera Pay, lalu menunjukkan QR di layar ponsel ke pembeli. Pembeli memindainya dengan aplikasi bank atau dompet digital yang mendukung QRIS, dan barang diserahkan setelah status di ponsel penjaga berubah Dibayar. Nominalnya pas, jadi tidak ada pembeli yang salah ketik Rp 48.000 untuk belanja Rp 480.000.

Kalau dua orang berjaga, anak atau karyawan diundang sebagai Staf. Staf bisa membuat, melihat, dan membatalkan permintaan pembayaran, tetapi tidak menyentuh rekening pencairan. Pemilik melihat semua transaksi dari ponselnya sendiri, termasuk saat sedang mengantar pesanan ke sawah.

Kios di desa dengan sinyal yang naik turun perlu satu kebiasaan: tunggu status Dibayar sebelum karung diangkat, dan kalau sinyal penjaga hilang, cek statusnya dari ponsel lain, bukan dari tangkapan layar pembeli. Trik lain untuk tempat dengan sinyal lemah ada di artikel menerima pembayaran di tempat tanpa sinyal stabil.

Pesanan WhatsApp dari petani yang jauh

Petani dari desa sebelah sering memesan lewat WhatsApp lalu meminta barangnya dititipkan ke angkutan atau diantar pikap. Buat satu tagihan per pesanan setelah stok dipastikan ada, tulis isinya di keterangan, misalnya “NPK 2 sak + fungisida 1, antar Kamis, Pak Darto Sukamaju”, lalu kirim tautannya. Tautan dari dashboard berlaku 60 menit, jadi kirim saat pemesan sedang membalas, bukan malam hari untuk dibayar besok pagi. Barang dinaikkan ke pikap setelah status Dibayar, bukan setelah pemesan bilang “sudah transfer”.

Petani yang lebih terbiasa ke ATM atau mobile banking daripada memindai QR bisa membayar lewat Virtual Account BRI, BNI, Mandiri, Permata, CIMB Niaga, Danamon, atau Maybank. Nomornya bisa dibacakan lewat telepon, dan cara membayarnya di mesin ATM ada di panduan membayar Virtual Account di ATM. Minimum Virtual Account Rp 10.000, jadi sebungkus benih Rp 8.000 hanya bisa dibayar lewat QRIS.

Bon yang dilunasi setelah panen

Banyak kios memberi tempo sampai panen: pupuk diambil saat tanam, dibayar tiga atau empat bulan kemudian. Buku bon tetap menjadi catatan utangnya. Yang berubah hanya cara pelunasan: saat petani siap membayar, buat satu tagihan dengan nominal persis sisa bonnya dan keterangan yang menyebut musim dan isi bon, misalnya “Pelunasan bon MT-2, Juli sampai Agustus, Pak Rohman”. Status Dibayar menjadi bukti lunas yang bisa ditunjukkan kedua pihak, tidak tergantung tulisan tangan di buku.

Bon panen sering melewati Rp 1.000.000, dan di atas garis itu aturannya berbeda. Biayanya 1% atas seluruh nominal untuk QRIS maupun Virtual Account, dan tagihannya wajib membawa nama pembeli, nomor WhatsApp atau email, keterangan minimal 10 karakter, dan tanggal pengiriman. Karena pupuknya sudah diambil, isi tanggal hari penagihan: tanggal itu harus hari ini atau sesudahnya. Untuk akun yang masih baru, dana pembayaran di atas Rp 1.000.000 menunggu pembeli mengonfirmasi barang diterima, atau sehari setelah tanggal pengiriman lewat tanpa laporan. Rinciannya ada di panduan menerima pembayaran di atas Rp 1.000.000. Petani yang membayar bon sedikit demi sedikit, bukan sekaligus, lebih cocok dengan pola cicilan bon di artikel menagih kasbon pelanggan.

Pesanan kelompok tani: ketua yang membayar, atau per anggota

Kelompok tani sering memesan bersama supaya dapat harga lebih baik dan sekali angkut. Ada dua cara menagihnya. Ketua membayar seluruh pesanan dengan satu tagihan, lalu menagih anggotanya sendiri. Atau kios membuat satu tagihan per anggota, dan barang dikirim sekaligus setelah semuanya Dibayar. Dengan angka ilustrasi 12 anggota yang masing-masing memesan Rp 300.000:

SusunanBiaya QRISYang perlu dipegang
Satu tagihan Rp 3.600.000 ke ketuaRp 36.000 (1%)Nama, kontak, dan tanggal pengiriman ketua; ketua yang menanggung anggota yang telat
12 tagihan Rp 300.000 per anggota12 × Rp 2.350 = Rp 28.200Dua belas status yang harus lengkap sebelum truk berangkat

Per anggota lebih murah biayanya dan tidak membebani ketua, tetapi satu anggota yang lupa membayar menahan seluruh pengiriman. Ketua yang membayar lebih cepat, dan cocok kalau kelompoknya sudah punya kas bersama. Pertimbangan lengkapnya dibahas di perbandingan pembayaran kolektif dan bayar sendiri per peserta. Akun yang belum terverifikasi hanya bisa membuat 10 pembayaran dengan total Rp 1.000.000, jadi selesaikan verifikasi sebelum musim tanam, bukan saat kelompok pertama datang.

Biaya per nominal, dengan angka ilustrasi

QRIS dikenai 0,7% dibulatkan ke atas ditambah Rp 250 per pembayaran berhasil, Virtual Account Rp 5.000. Di atas Rp 1.000.000, keduanya 1% atas seluruh nominal. Pencairan ke rekening Rp 3.000 per pencairan.

Yang dibayarNominalQRISVirtual Account
Benih sayur, satu bungkusRp 15.000Rp 355Rp 5.000
Benih jagung hibridaRp 125.000Rp 1.125Rp 5.000
Pupuk nonsubsidi, satu sakRp 480.000Rp 3.610Rp 5.000
Sprayer elektrikRp 750.000Rp 5.500Rp 5.000
Belanja awal musimRp 1.000.000Rp 7.250Rp 5.000
Pelunasan bon panenRp 2.400.000Rp 24.000Rp 24.000

Untuk belanja kecil di meja, QRIS jelas lebih murah. Antara sekitar Rp 678.600 dan Rp 1.000.000, Virtual Account yang lebih murah, dan rentang itu mudah dicapai belanja dua sak pupuk. Margin pupuk biasanya tipis, jadi hitung biaya ini terhadap untung per sak, bukan terhadap harga jualnya. Kalkulator per nominal ada di halaman biaya.

Pesanan kebun dan perkebunan

Pekebun sawit, kopi, atau kakao bisa memesan pupuk satu truk sekaligus. Maksimum per pembayaran Rp 10.000.000, jadi pesanan di atasnya dibagi per pengiriman, masing-masing dengan tanggal pengirimannya sendiri. Membagi per pengiriman juga lebih jujur terhadap tanggal yang dijanjikan: truk kedua yang baru jalan minggu depan tidak ikut ditagih hari ini. Kios yang rutin melayani pesanan sebesar itu bisa meminta batas Virtual Account-nya dinaikkan lewat [email protected].

Pembayaran QRIS dan Virtual Account yang sudah berhasil tidak bisa di-refund lewat Kasera. Pupuk yang dikembalikan karena salah jenis diganti barang, atau uangnya ditransfer dari rekening kios sendiri, dan biaya transaksinya tidak ikut kembali. Tuliskan aturan tukar barang di nota atau di chat sebelum tagihan dikirim.

Pertanyaan yang sering muncul

Petani melunasi bon Rp 2.400.000 setelah panen. Tanggal pengiriman apa yang diisi, padahal pupuknya sudah diambil tiga bulan lalu?

Isi tanggal hari penagihan. Tanggal pengiriman untuk pembayaran di atas Rp 1.000.000 harus hari ini atau sesudahnya, dan karena barangnya sudah di tangan petani, hari penagihan adalah tanggal yang jujur. Tulis juga di keterangan bahwa ini pelunasan bon, beserta bulan pengambilannya.

Apakah pupuk bersubsidi bisa ditagih dengan cara ini?

Pupuk bersubsidi ditebus lewat jalur penyaluran resmi dengan aturannya sendiri, dan tulisan ini tidak membahasnya. Yang dibahas di sini adalah barang yang dijual bebas di kios: benih, pupuk nonsubsidi, obat tanaman, alat, dan perlengkapan kebun.

Berapa biaya satu sak pupuk Rp 480.000?

Lewat QRIS Rp 3.610, yaitu 0,7% dibulatkan ke atas ditambah Rp 250. Lewat Virtual Account Rp 5.000. Mulai sekitar Rp 678.600 sampai Rp 1.000.000, Virtual Account yang lebih murah; di atas Rp 1.000.000 keduanya 1% atas seluruh nominal.

Pesanan kebun sawit Rp 15.000.000 tidak bisa dibuat. Kenapa?

Maksimum per pembayaran saat ini Rp 10.000.000. Pesanan di atasnya dibagi menjadi beberapa pembayaran, misalnya per pengiriman, masing-masing dengan keterangan dan tanggal pengirimannya sendiri. Kios yang rutin melayani pesanan sebesar itu bisa meminta batas Virtual Account-nya dinaikkan lewat [email protected].

Panduan per jenis usaha

Mulai sekarang

Terima pembayaran pertama minggu ini.

Daftar gratis, buat payment link atau pakai API, dan lihat statusnya berubah otomatis. Tanpa biaya bulanan, biaya transaksi hanya untuk pembayaran yang berhasil.

Dapatkan di Google PlayDownload di App Store