Blog · Terbit · Diperbarui

Pembeli bilang pembayarannya gagal, tetapi di daftar transaksi tertulis menunggu: mana yang benar

Keduanya benar, dan itulah sebabnya percakapan ini sering berputar. Sebuah percobaan pembayaran yang gagal tidak menghasilkan status tersendiri di Kasera Pay. Pembeli yang scan QRIS lalu ditolak aplikasinya memang melihat kegagalan, tetapi kegagalan itu terjadi di aplikasi pembayarannya, bukan pada permintaan pembayarannya. Permintaan itu sendiri tetap berstatus menunggu, tetap punya sisa waktu, dan hampir selalu masih bisa dibayar lewat tautan yang sama.

Konsekuensi praktisnya satu kalimat: jangan buat tagihan baru dulu. Tagihan kedua untuk pesanan yang sama adalah cara paling umum sebuah pembayaran ganda lahir, karena tautan pertama tetap hidup sampai kedaluwarsa dan bisa dibayar kapan saja sebelum itu.

Kenapa percobaan yang gagal tidak meninggalkan jejak

Sebuah permintaan pembayaran punya lima status: pending, succeeded, failed, expired, dan canceled. Tidak ada satu pun di antaranya yang berarti “percobaan ketiga barusan ditolak”, dan itu memang disengaja. Pembeli yang scan-nya bermasalah boleh mencoba lagi, mungkin dengan aplikasi lain atau setelah menambah saldo, jadi menandai permintaannya mati pada percobaan pertama akan menutup pintu yang seharusnya terbuka.

Status failed ada, tetapi maknanya lebih keras: yang ditolak adalah permintaannya sendiri, bukan satu percobaan, dan status itu hanya muncul ketika penyedia jasa pembayaran berlisensi melaporkan kegagalan atas permintaan tersebut. Selama status masih pending dan waktunya belum habis, halaman pembayaran tetap menampilkan kode QR atau nomor Virtual Account-nya seperti semula.

Lima layar yang mungkin dilihat pembeli

Halaman pembayaran hanya punya lima keadaan, dan kalimat di layar pembeli menentukan siapa yang harus bertindak berikutnya. Ini isinya, apa adanya (jalur yang berhasil ditelusuri layar demi layar di yang dilihat pembeli dari tautan dibuka sampai lunas):

Ada satu layar keenam yang tidak muncul pada pembayaran normal: “Halaman pembayaran tidak tersedia”. Kalimat itu berarti akun penjualnya sedang tidak bisa menerima pembayaran sama sekali, bukan bahwa tagihannya bermasalah, dan urusannya antara penjual dan Kasera.

Empat penyebab yang paling sering, dan siapa yang bisa memperbaikinya

Tiga dari empat berada di luar jangkauan penjual, dan menyadarinya menghemat waktu:

Uang yang masuk setelah tautannya kedaluwarsa tetap diakui

Ini aturan yang jarang dipublikasikan gateway mana pun, dan penting untuk diketahui sebelum menjanjikan apa pun kepada pembeli. Kalau penyedia jasa pembayaran berlisensi sudah menerima uang pembeli sebelum penghitung waktu di sisi Kasera Pay berhenti, pembayaran itu tetap dicatat lunas walaupun statusnya sempat berubah menjadi kedaluwarsa. Permintaan yang sudah expired boleh berpindah ke succeeded, begitu juga permintaan yang dibatalkan penjual, karena pembatalan tidak menarik kembali QR atau nomor Virtual Account yang sudah terbit. Alasannya sederhana: memberi tahu penjual bahwa dirinya tidak dibayar padahal uangnya sudah diterima adalah kesalahan yang jauh lebih mahal daripada menunggu.

Jadi tautan yang tampak kedaluwarsa bukan alasan untuk langsung menagih ulang pembeli yang bersikeras sudah membayar. Yang benar adalah memeriksa status pesanan itu kembali beberapa menit kemudian sebelum mengambil keputusan apa pun. Bagaimana masa berlaku dipilih dan kenapa memperpanjangnya bukan solusi ada di panduan masa berlaku tagihan.

Nominal yang tidak cocok tidak pernah otomatis dinyatakan lunas

Kalau jumlah uang yang diterima berbeda dari jumlah yang tertera pada permintaan, entah kurang atau lebih, pembayarannya tidak diterapkan. Baris itu ditahan untuk diperiksa manusia dan statusnya tetap menunggu sampai ada keputusan. Perilaku ini melindungi kedua arah: transfer Rp 149.000 untuk tagihan Rp 150.000 tidak akan pernah melunasi pesanan secara diam-diam, dan kelebihan bayar tidak hilang tanpa jejak.

Bagi penjual, yang perlu diingat hanya satu: pembeli yang membulatkan nominal transfer sedang membuat kasus dukungan, bukan pembayaran. Karena itu instruksi Virtual Account sebaiknya menyebutkan jumlah persis sampai rupiah terakhir, termasuk angka yang terlihat aneh. Kalau uangnya harus dikembalikan, langkahnya ada di panduan pengembalian dana ke pembeli.

Yang terlihat di sisi penjual, dan yang memang tidak terlihat

Daftar transaksi menampilkan status per permintaan, bukan per percobaan: Menunggu, Dibayar, Gagal, Kedaluwarsa, atau Dibatalkan. Tidak ada penghitung percobaan, tidak ada catatan “ditolak bank penerbit”, dan tidak ada riwayat scan. Menanyakan berapa kali pembeli mencoba karena itu tidak akan pernah terjawab dari dashboard, dan tidak perlu: satu-satunya pertanyaan yang menentukan tindakan adalah apakah barisnya sudah lunas atau belum.

Perkara yang berbeda, dan sering tertukar dengan yang ini, adalah pembeli yang menyatakan sudah membayar sementara barisnya belum lunas. Itu triase tersendiri dan ada halamannya: pembeli bilang sudah bayar tetapi belum masuk.

Balasan yang menyelesaikannya dalam satu kali kirim

Susunannya penting: buka dengan kabar yang menenangkan, lalu satu instruksi, lalu satu syarat yang mencegah pesan susulan.

Tidak apa-apa, tagihannya belum tertutup. Percobaan yang gagal tidak mengunci apa pun, jadi tautan yang tadi masih bisa dipakai lagi sampai pukul 17.00 hari ini. Kalau ditolak lagi, biasanya karena limit harian di aplikasi pembayarannya, dan pilihan transfer Virtual Account di halaman yang sama memakai batas yang berbeda. Nominalnya harus persis Rp 150.000 supaya langsung tercatat otomatis.

Kalimat terakhir itu yang menghemat percakapan berikutnya, karena nominal yang dibulatkan adalah penyebab pembayaran tertahan yang paling bisa dicegah dari sisi penjual.

Menurunkan angka kegagalan sebelum terjadi

Tiga hal yang berpengaruh, dan tidak satu pun berupa perubahan kode. Pertama, tawarkan lebih dari satu metode untuk nominal besar: batas transaksi yang menolak QRIS sering tidak berlaku pada Virtual Account, dan sebaliknya biaya tetap Virtual Account terasa mahal pada nominal kecil. Perbandingan bentuk biayanya ada di panduan memilih QRIS atau Virtual Account, dan daftar metode yang benar-benar aktif ada di dokumentasi metode pembayaran. Metode yang tiba-tiba tidak ditawarkan padahal tidak ada yang mengubah pengaturan adalah keadaan tersendiri, dengan empat sebab yang perlu dibedakan lebih dulu: metode pembayaran yang hilang dari halaman pembayaran.

Kedua, sesuaikan masa berlaku dengan cara pembeli membayar. Tautan yang dikirim tengah malam ke pembeli yang membayar pagi hari perlu jendela lebih panjang daripada tautan yang dibuka langsung di depan kasir. Ketiga, cantumkan nominal persis di pesan pengiriman tautan, bukan hanya di halaman pembayaran, supaya pembeli yang memilih transfer manual tetap membawa angka yang benar.

Setelah tiga hal itu berjalan, sisa kegagalan yang tersisa hampir seluruhnya berada di aplikasi pembayaran milik pembeli, dan jawaban terbaik untuk itu bukan tagihan baru, melainkan kalimat yang memberi tahu bahwa tagihan lama masih menunggu.

Mulai sekarang

Terima pembayaran pertama minggu ini.

Daftar gratis, buat payment link atau pakai API, dan lihat statusnya berubah otomatis. Tanpa biaya bulanan, biaya transaksi hanya untuk pembayaran yang berhasil.

Dapatkan di Google PlayDownload di App Store