Blog · Terbit · Diperbarui

Aman tidak membayar lewat tautan: enam tanda yang bisa diperiksa pembeli sendiri, dan satu hal yang tidak bisa dibuktikan halaman mana pun

Pertanyaannya muncul beberapa detik setelah tautan pembayaran terkirim, dan biasanya berbunyi persis seperti ini: aman tidak kalau bayar lewat link. Jawaban yang menutup keraguan itu bukan janji penjual, melainkan enam hal yang tercetak di halaman pembayaran itu sendiri dan bisa diperiksa dalam waktu kurang dari satu menit, sebelum uang berpindah.

Satu batas perlu dipisahkan lebih dulu, karena inilah yang membuat jaminan berlebihan terdengar palsu. Halaman pembayaran bisa membuktikan siapa yang menerima uangnya dan bahwa pembayarannya tercatat. Halaman pembayaran mana pun tidak bisa membuktikan barangnya akan dikirim. Kecurigaan pembeli hampir selalu tentang yang kedua, sedangkan yang bisa ditunjukkan hanya yang pertama, jadi memisahkan keduanya lebih meyakinkan daripada menjamin dua-duanya.

Enam tanda yang bisa diperiksa sebelum membayar

Semuanya ada di satu layar, di halaman pembayaran Kasera Pay, tanpa perlu memindai atau menekan apa pun lebih dulu.

Di luar halaman pembayaran, kaki halaman utama pay.kasera.id mencantumkan pendaftaran PSE Komdigi beserta nomor tanda daftarnya. Urutan layar lengkapnya, termasuk yang berubah sendiri setelah pembayaran masuk, ada di penelusuran halaman pembayaran dari sisi pembeli.

Yang tidak pernah diminta halaman pembayaran

Daftar ini lebih berguna daripada daftar tanda aman, karena satu permintaan di luar daftar sudah cukup untuk berhenti. Kolom yang mungkin ditanyakan paling banyak tiga: nama, email, dan nomor telepon, dan hanya kolom yang belum diisi penjual saat membuat tagihan. Kolom yang sudah diisi penjual tidak pernah ditanyakan lagi.

Yang tidak pernah diminta: PIN, kata sandi mobile banking, kode sekali pakai dari SMS, dan nomor kartu. QRIS dibayar dengan memindai dari aplikasi bank atau dompet elektronik milik pembeli sendiri, dan Virtual Account dibayar dari aplikasi bank pembeli; tidak ada data pembayaran yang diketik di halaman ini. Karena itu, permintaan kode sekali pakai yang datang lewat chat, telepon, atau formulir tambahan adalah penipuan, dan itu tetap berlaku walaupun tautan yang dipegang memang asli.

Satu baris yang berarti jangan membayar dulu

Kalau di paling atas kartu ada label mode tes, yang menyatakan bahwa ini bukan pembayaran sungguhan, tautannya dibuat dengan kunci mode tes. Pembayarannya tidak akan pernah benar-benar terjadi, dan uang yang dikirim ke luar jalur itu tidak akan tercatat di tagihan mana pun. Biasanya penyebabnya sederhana, yaitu penjual yang masih menguji integrasinya lalu keliru mengirim tautan uji ke pembeli sungguhan. Yang perlu dilakukan satu: minta tautan baru.

Empat bentuk yang sering tertukar dengan tautan yang sah

Keraguan pembeli jarang lahir dari udara kosong. Empat bentuk ini yang paling sering dipakai penipu atau paling sering salah dibaca, beserta pembedanya masing-masing.

Sisi sebaliknya, yaitu penjual yang harus menilai bukti transfer yang dikirim pembeli, ada di bahasan bukti transfer palsu.

Yang tetap tidak bisa dijamin, dan cara menutupnya

Pembayaran yang terkonfirmasi membuktikan uangnya berpindah ke usaha yang namanya tercetak di halaman, pada nominal yang tercatat, pada waktu yang tercatat. Pembayaran yang terkonfirmasi tidak membuktikan barangnya akan dikirim atau jasanya akan dikerjakan. Untuk pembelian pertama bernominal besar, dua jalan keluar yang benar-benar tersedia adalah memecah pembayaran menjadi uang muka lalu pelunasan setelah barang diterima, atau memakai pihak ketiga penahan dana; pertimbangannya ada di perbandingan rekening bersama dan pembayaran langsung. Kalau kemudian benar-benar bermasalah, urutan penyelesaiannya ada di panduan menangani sengketa dan komplain pembeli.

Jawaban yang bisa dikirim di chat

Untuk penjual yang menerima pertanyaan ini berulang kali, jawaban yang paling menutup keraguan menyebut hal yang bisa diperiksa sendiri, bukan menjamin dirinya sendiri. Contoh yang bisa langsung dipakai:

“Silakan diperiksa dulu sebelum membayar: alamat halamannya harus pay.kasera.id, dan nama usaha yang tercetak di halaman itu harus sama dengan nama toko ini. Nominalnya sudah terkunci di halaman, jadi tidak bisa berubah. Halaman itu tidak pernah meminta PIN, kode OTP, atau nomor kartu; kalau ada yang meminta, itu bukan dari kami. Di bawah halaman juga ada jalur bantuan yang tidak lewat kami.”

Tiga kebiasaan yang membuat jawaban itu tidak perlu diulang: kirim tautan hanya dari akun yang sama sejak awal percakapan, samakan nama usaha di dashboard dengan nama toko yang dikenal pembeli, dan untuk nominal besar tawarkan jalur Virtual Account, karena membayar dari aplikasi bank sendiri terasa lebih dikenal oleh pembeli yang belum pernah membayar lewat tautan.

Pertanyaan yang sering muncul

Membayar lewat tautan lebih berisiko daripada transfer manual ke rekening penjual?

Tidak, dan yang berbeda justru jumlah hal yang bisa diperiksa. Pada transfer manual, pembeli hanya melihat nomor rekening dan sebuah nama, lalu pembuktiannya berpindah ke tangkapan layar bukti transfer yang dikirim ke penjual. Pada tautan pembayaran, halamannya sendiri menyebut nama usaha penerima, nominal yang terkunci, masa berlaku, pemroses pembayarannya, dan jalur bantuan pembeli, lalu statusnya terkonfirmasi otomatis tanpa ada yang perlu dibuktikan dengan gambar.

Bagaimana memastikan tautan yang diterima benar milik penjualnya?

Tiga hal, semuanya bisa diperiksa sebelum membayar. Alamat halaman harus berada di pay.kasera.id, bukan domain lain yang mirip. Nama usaha yang tercetak di halaman pembayaran harus cocok dengan penjual yang sedang diajak bicara. Dan tautannya sebaiknya datang dari kanal yang sama dengan percakapan sejak awal, bukan dari akun lain yang baru muncul. Kalau salah satu tidak cocok, mintalah penjual mengirim ulang tautannya dari kanal yang sama.

Halaman pembayaran pernah meminta PIN, nomor kartu, atau kode sekali pakai?

Tidak pernah. Kolom yang mungkin diminta paling banyak tiga, yaitu nama, email, dan nomor telepon, dan hanya yang belum diisi penjual. QRIS dibayar dengan memindai dari aplikasi bank atau dompet elektronik milik pembeli sendiri, dan Virtual Account dibayar dari aplikasi bank pembeli. Permintaan PIN, kata sandi mobile banking, atau kode sekali pakai lewat chat, telepon, atau formulir tambahan adalah penipuan.

Pembayaran sudah masuk tetapi barangnya tidak dikirim, apa yang tersedia?

Halaman pembayaran memuat jalur bantuan pembeli lewat email yang membawa kode pembayaran, dan kode itu cukup untuk menemukan pembayaran mana yang dimaksud. Yang bisa dipastikan dari sisi itu adalah pembayarannya benar terjadi dan diterima usaha yang mana, bukan sengketa barangnya, yang tetap urusan pembeli dengan penjualnya. Perlu diketahui juga bahwa QRIS dan Virtual Account tidak punya jalur penarikan kembali ke arah mana pun, sehingga pengembalian dana pada kedua jalur itu terjadi karena penjual memang mengembalikannya.

Mulai sekarang

Terima pembayaran pertama minggu ini.

Daftar gratis, buat payment link atau pakai API, dan lihat statusnya berubah otomatis. Tanpa biaya bulanan, biaya transaksi hanya untuk pembayaran yang berhasil.

Dapatkan di Google PlayDownload di App Store