Perbandingan · Terbit

Tagihan per transaksi atau rekap mingguan untuk pelanggan tetap: biaya tetap yang dibayar berulang melawan piutang yang ikut menumpuk

Jawaban singkatnya: rekap mingguan hampir selalu lebih murah selama totalnya tidak melewati Rp 1.000.000, dan tagihan per transaksi hampir selalu lebih aman. Rekap menghemat komponen tetap biaya di setiap pembayaran, tetapi berarti memberi utang selama seminggu kepada pelanggan. Untuk rekap di atas Rp 1.000.000, tarifnya 1% atas seluruh nominal, sehingga tagihan per transaksi menjadi lebih murah begitu rata-rata tiap pembelian melewati sekitar Rp 83.400. Untuk pembelian yang lebih kecil, rekap tetap lebih murah meskipun kena 1%. Pilihan yang tepat ditentukan oleh dua angka: total seminggu dan seberapa yakin pelanggan itu membayar.

Rumus yang menentukan

Di Kasera Pay, QRIS dikenai 0,7% (dibulatkan ke atas) ditambah Rp 250 untuk pembayaran sampai Rp 1.000.000, dan Virtual Account Rp 5.000. Di atas Rp 1.000.000, keduanya 1% atas seluruh nominal. Bagian persen QRIS hampir sama besar entah dibayar sekaligus atau dicicil, jadi yang benar-benar dihemat rekap QRIS adalah Rp 250 untuk setiap pembayaran yang tidak terjadi. Sepuluh pembelian yang digabung menjadi satu rekap menghemat sekitar Rp 2.250 seminggu.

Virtual Account baru masuk hitungan saat rekapnya besar. Rp 5.000 flat lebih murah dari QRIS mulai sekitar Rp 678.600, sehingga rekap antara angka itu dan Rp 1.000.000 paling murah lewat Virtual Account. Di bawahnya, QRIS lebih murah. Di atas Rp 1.000.000, keduanya sama-sama 1%. Kalkulator per nominal ada di halaman biaya.

Lima pola belanja, dengan angka ilustrasi

Pola semingguPer transaksi (QRIS)Rekap lewat QRISRekap lewat Virtual Account
20 x Rp 10.000 = Rp 200.000Rp 6.400Rp 1.650Rp 5.000
10 x Rp 50.000 = Rp 500.000Rp 6.000Rp 3.750Rp 5.000
7 x Rp 120.000 = Rp 840.000Rp 7.630Rp 6.130Rp 5.000
10 x Rp 120.000 = Rp 1.200.000Rp 10.900Rp 12.000Rp 12.000
5 x Rp 400.000 = Rp 2.000.000Rp 15.250Rp 20.000Rp 20.000

Tiga baris pertama memihak rekap: yang paling mencolok adalah pembelian kecil yang sering, di mana rekap memangkas biaya sampai seperempatnya. Dua baris terakhir memihak tagihan per transaksi, karena setiap pembelian tetap di bawah garis dan dikenai tarif biasa, sedangkan rekapnya dikenai 1%. Usaha yang pelanggannya berbeda-beda besar belanjanya akan menemukan keduanya di daftar pelanggan yang sama.

Yang tidak muncul di tabel biaya

Rekap yang melewati Rp 1.000.000

Sejak 26 Oktober 2026, selain tarif 1%, setiap pembayaran di atas Rp 1.000.000 wajib membawa nama pembayar, nomor WhatsApp atau email, keterangan minimal 10 karakter, dan tanggal pengiriman. Untuk akun yang masih baru, yaitu kurang dari 14 hari sejak pembayaran pertama atau belum dibayar 25 pembeli berbeda, dananya menunggu pembayar menekan konfirmasi pesanan diterima, atau sehari setelah tanggal pengiriman lewat tanpa laporan. Tepat Rp 1.000.000 masih memakai tarif biasa. Penjelasan lengkapnya ada di panduan menerima pembayaran di atas Rp 1.000.000.

Untuk pelanggan yang belanjanya besar, pertanyaannya bukan cara menahan rekap di bawah garis, melainkan apakah pelanggan itu memang perlu direkap. Pelanggan yang setiap pembeliannya sudah ratusan ribu biasanya sanggup membayar saat barang datang, dan tagihan per transaksi sekaligus menghapus piutangnya.

Susunan campuran yang dipakai kebanyakan usaha

  1. Pelanggan baru dan pembeli sekali lewat: tagihan per transaksi, dibayar di tempat.
  2. Pelanggan tetap dengan belanja kecil dan sering: rekap mingguan lewat QRIS, atau lewat Virtual Account kalau totalnya antara sekitar Rp 678.600 dan Rp 1.000.000.
  3. Pelanggan tetap dengan belanja besar per kali: tetap per transaksi.
  4. Pelanggan rekap yang dua kali telat: kembali ke per transaksi.

Simpan pelanggan rekap sebagai pelanggan tersimpan supaya setiap tagihan terkait ke satu nama dan riwayatnya terbaca, dan tulis periodenya di keterangan, misalnya “Rekap 20 sampai 26 Oktober, 7 kiriman”. Contoh penerapan per bidang ada di panduan pembayaran agen dan grosir sembako dan panduan pembayaran jasa kurir dan ojek lokal. Untuk utang yang dicatat di buku bon dan dilunasi tanpa jadwal tetap, susunannya berbeda dan dibahas di artikel menagih kasbon pelanggan warung.

Pertanyaan yang sering muncul

Untuk rekap, lebih baik tautan bernominal tetap atau halaman pembayaran yang nominalnya diisi pelanggan?

Tautan bernominal tetap. Nominalnya terkunci, sehingga pelanggan tidak bisa salah ketik dan pembayaran langsung cocok dengan rekapnya. Halaman pembayaran permanen yang nominalnya diisi sendiri lebih cocok untuk cicilan tanpa jumlah pasti, karena setiap pembayaran harus dicocokkan manual dengan catatan sisa utang.

Pelanggan membayar rekap Rp 1.200.000. Apa yang berbeda dari rekap Rp 900.000?

Tiga hal. Biayanya 1% atas seluruh nominal, yaitu Rp 12.000, baik lewat QRIS maupun Virtual Account. Tagihannya wajib membawa nama pembayar, nomor WhatsApp atau email, keterangan minimal 10 karakter, dan tanggal pengiriman. Untuk akun yang masih baru, dananya menunggu pembayar mengonfirmasi atau sehari setelah tanggal pengiriman lewat tanpa laporan sebelum ikut pencairan.

Pelanggan membantah satu baris di rekap. Apakah seluruh rekap harus dibatalkan?

Kalau tagihannya belum dibayar, batalkan dan buat ulang tanpa baris yang dibantah, lalu tagih baris itu terpisah setelah jelas. Kalau sudah dibayar, pembayaran QRIS dan Virtual Account tidak bisa dibatalkan lewat Kasera Pay, jadi kelebihannya dikembalikan dengan transfer biasa dan dicatat sebagai pengembalian.

Apakah hari penutupan rekap harus sama untuk semua pelanggan?

Tidak harus, tetapi satu hari yang sama membuat penagihan dan pencocokan selesai dalam satu duduk. Pilih hari setelah sebagian besar pelanggan menerima uang, misalnya Sabtu untuk warung yang belanja ke pasar Minggu pagi, dan tulis periode rekap di keterangan setiap tagihan.

Mulai sekarang

Terima pembayaran pertama minggu ini.

Daftar gratis, buat payment link atau pakai API, dan lihat statusnya berubah otomatis. Tanpa biaya bulanan, biaya transaksi hanya untuk pembayaran yang berhasil.

Dapatkan di Google PlayDownload di App Store